Udang Mantis Jadi Inspirasi Teknologi 3D

Sunday, 17 July 2011

Spesies udang mantis (Odontodactylus scyllarus) ternyata tak cuma memiliki tampilan yang mengesankan, tapi juga dikaruniai kemampuan 'menangkap' cahaya yang terpolarisasi yang menjadi dasar pengembangan teknologi 3D.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/07/04/0846516620X310.jpg

"Cahaya memang bisa dilihat manusia, tapi getaran gelombang elektrik tak dapat dilihat. Udang mantis mampu melihat cahaya yang terpolarisasi dan getaran medan listrik dari beragam warna," kata Jen Yi-jun, profesor Elektro-Optikal dari National Taipei University of Technology, Taipei.

Kelebihan itu lantas menginspirasinya mengembangkan material baru dengan struktur mirip lensa mata udang mantis. Bersama Akhlesh Lakhtakia dari Pennsylvania State University, Jen mengembangkan material yang disebut waveplate.

Menurut Jen, material tersebut bisa digunakan untuk mem-filter cahaya dengan spektrum yang lebih luas dari piranti optik pada DVD player yang ada saat ini. Dengan inovasi ini, penggemar film nantinya bisa menonton film 3D dengan kualitas lebih baik.

Menjelaskan lebih detail, Jen mengatakan, "Kami ingin mengubah polarisasi tanpa mempengaruhi jumlah cahaya yang diserap. Kami menginginkan baik transmitansi dan polarisasi terjadi dengan frekuensi yang independen. Dengan kata lain, kami tak ingin mengubah warna."

Berdasarkan laporan situs Taiwantoday.tw, waveplate yang dikembangkan tengah memasuki proses paten di Taiwan. Ke depan, teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengembangkan kacamata 3D sehingga pengguna bisa mendapatkan pengalaman visual yang lebih baik.

Sumber :
kompas.com

Minyak Goreng Bekas Sebagai Bahan Bakar Pesawat Terbang Masa Depan

Kelak saat menikmati perjalanan pesawat KLM rute Paris-Amsterdam, Anda akan sadar kalau bahan bakar pesawat yang Anda tumpangi berasal dari minyak goreng bekas. Memang, penggunaan minyak goreng ini, harus melalui uji coba agar memenuhi persyaratan teknis.

Namun, apapun alasannya, maskapai penerbangan asal Belanda itu memang tengah mengejar rekomendasi Badan Terbarukan Negeri Kincir Angin itu.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/17/0623403620X310.jpg

Pasalnya, sebagai anggota Uni Eropa (UE), Belanda ikut menekan pengurangan emisi karbon sebesar 3 persen pada 2012 nanti. Penerbangan biokerosin ini akan terlaksana pada September mendatang.

Sejatinya, KLM sudah mulai menggunakan bahan bakar bio sejak 2009. Waktu itu, maskapai ini menguji coba penerbangan yang membawa 40 orang, termasuk menteri ekonomi Belanda.

Penerbangan 90 menit tersebut sebagian besar menggunakan bahan bakar penerbangan tradisional. Akan tetapi, satu dari empat mesin menggunakan bahan bakar bio sebanyak 50 persen.

Rencananya, bahan bakar dari minyak goreng bekas tersebut bakal dipakai melayani 200 penerbangan pada rute tersebut di atas. KLM mengambil pasokan bahan bakar dari minyak goreng bekas itu dari hotel, rumah makan, dan pabrik sebelum dikirim ke AS untuk disuling.

Direktur pelaksana KLM Camiel Eurlings mengatakan pihaknya bermaksud melangkah lebih jauh. "Ini adalah suatu tantangan untuk dapat menggunakan energi terbarukan secara keseluruhan. Kami perlu melangkah maju bersama-sama untuk mendapatkan akses bahan bakar terbarukan selamanya," katanya.

Sumber :
kompas.com

Innespace Seabreacher, 'Lumba-lumba' yang Bisa Terbang

Kendaraan ini hidup di tiga alam, bisa sebagai speedboat, kapal selam, sekaligus pesawat terbang.
Kendaraan berbentuk lumba-lumba ini bernama Innespace Seabreacher.


http://websstrangest.com/wp-content/uploads/2009/09/dw3-2b.jpg

Kendaraan sepanjang 5 meter ini bekerja dengan mesin 1500 cc, yakni setara dengan kekuatan 260 tenaga kuda. Kokpitnya kedap air sehingga bisa menyelam.

Saat berfungsi sebagai speedboat, ia dapat melaju dengan kecepatan 80 km/jam di permukaan air, dan saat menyelam di dalam air, kecepatannya jadi 40 km/jam. Di udara, ia dapat terbang hingga ketinggian 5,4 meter.

http://elitechoice.org/wp-content/uploads/2008/07/seabreacher_03.jpg

http://images.gizmag.com/gallery_lrg/seabreacher-0.jpg

http://images.gizmag.com/gallery_lrg/seabreacher.jpg

Mesin yang digunakan adalah mesin jet tunggal, yang mengontrol gerak dan kemudi. Kontrol berada pada dua pedal kaki yang terdapat di kokpit. Dengan kontrol itu, aliran air bisa diarahkan ke kanan atau ke kiri secara bergantian.

Jika kontrolnya diarahkan ke bawah, maka buntutnya akan naik, dan hidung ‘lumba-lumba’ ini turun dan mulai menyelam. Saat menyelam, sirip punggungnya dapat menarik udara dari permukaan air dan menyuplai oksigen pada mesin.

http://www.fantastic-plastic.com/StingerSPFX1.jpg

Di sirip bagian kiri terdapat kontrol manual untuk mengatur manuver. Jika sirip ini dimiringkan ke depan, kapal akan masuk lebih dalam ke dalam air.

http://io81.com/wp-content/uploads/2010/10/008interior.jpg

Di kokpit terdapat dua tempat duduk yang dilengkapi dengan GPS, tempat iPod, dan pengeras suara, Layar LCD di bagian depannya menayangkan pemandangan dari kamera yang dipasang pada sirip punggungnya, sehingga berfungsi sebagai periskop digital.

Seabreacher dijual di seabreacher.com dengan harga Rp695 juta.

Sumber :
inilah.com

Peneliti Berhasil Menciptakan Alat Pengendali Pikiran Jarak Jauh

Peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) menciptakan perangkat elektronik yang mampu mengendalikan pikiran. Perangkat yang dipasang di kepala seperti sebuah helm ini telah diujicobakan kepada tikus.

Perangkat pengendali pikiran tersebut terdiri atas dua papan sirkuit dan sebuah antena. Ketika diujicobakan kepada tikus, peneliti bisa mengendalikan perilaku binatang dari jarak jauh hanya menggunakan cahaya.


http://blogs.discovermagazine.com/notrocketscience/files/2011/06/Wireless_optogenetics.gif

"Cahaya berfungsi mengaktifkan neuron khusus yang berada di dalam jaringan saraf," ujar salah seorang peneliti dari Department of Electrical Engineering and Computer Science MIT, Christian Wentz.

Inovasi yang dilakukan Wentz bersama tim penelitinya adalah bagian dari bidang pengetahuan optogenetika. Bidang ini menggabungkan pengetahuan optik dan ilmu genetika yang berguna untuk mempelajari pengendalian sel menggunakan cahaya.

Untuk mengendalikan pikiran, peneliti menelaah protein khusus dan sel saraf yang sensitif terhadap rangsangan cahaya. Protein akan membuka ketika terpapar cahaya sehingga memungkinkan ion masuk ke dalam sel saraf.

Dengan menempelkan protein pada titik yang tepat, peneliti bisa menghidupkan bagian otak tertentu. Teknik ini memungkinkan peneliti membangkitkan perilaku seksual atau agresivitas, yang membuat binatang berjalan melingkar.

Perangkat pengendali pikiran ini tidak menggunakan baterai sebagai sumber energi. Wentz memanfaatkan medan magnet untuk menginduksi antena yang menempel di kepala tikus.

Induksi magnetik inilah yang memberi tenaga bagi 16 LED yang diletakkan di helm. Cahaya dari LED ini cukup untuk mengendalikan neuron tertentu pada otak tikus.

Sebuah perangkat lunak ditanam dalam papan sirkuit dan terhubung dengan komputer. Wentz memprogram agar cahaya biru menyinari bagian otak yang mengendalikan aktivitas gerak tikus.

Tikus sendiri akan bergerak ke kiri jika lampu biru menyala. "Dengan cara ini, kami bisa mengendalikan gerakan tikus," dia memaparkan.

Tak hanya mengendalikan gerakan tikus, peneliti juga merekam semua aktivitas sel saraf yang terpapar cahaya. Rekaman ini akan dimanfaatkan untuk menguak sensitivitas tikus.

Sumber :
tempointeraktif.com

Nano Spider, Robot DNA Penghancur Kanker dari Dalam Tubuh

Para ilmuwan telah menciptakan robot mikroskopis dari molekul DNA yang dapat berjalan, berbalik dan bahkan menciptakan produk-produk kecil mereka sendiri di jalur perakitan berskala nano.

Perangkat revolusioner yang dijelaskan dalam jurnal Nature ini di masa depan diharapkan bisa memimpin pasukan robot ahli bedah yang bisa membersihkan arteri manusia atau membangun komponen komputer di dalamnya.



Dikutip dari Daily Mail, salah satu pendukung proyek dari New York Columbia University ini bahkan telah mengembangkan robot laba-laba berukuran 4 nanometer atau sekitar 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.

Robot laba-laba ini diharapkan dapat berjalan sepanjang lintasan DNA. Dengan menggunakan alur yang sesuai dengan urutan, robot dapat dibuat untuk berjalan, berbelok ke kiri atau kanan sesuai alur untaian DNA.

Tubuh robot ini terdiri dari protein yang biasa disebut streptavidin. Melekat padanya kaki tiga 'enzimatik DNA' untai tunggal yang mengikat dan kaki keempatnya adalah untaian yang membawa laba-laba ke titik awal.

"Setelah robot dilepaskan dari pemicu, maka ia akan mengikat kemudian memotong untaian DNA," ujar Milan Stojanovic selaku ketua tim proyek. Setelah untaian dipotong, kaki robot mulai meraih jalur dan mencocokan DNA. Dengan ini, robot dipandu ke jalur yang ditetapkan oleh peneliti.


Untuk melihat robot ini bergerak, para peneliti menggunakan mikroskop kekuatan atom. Robot ini bisa mencatat tanda-tanda penyakit pada permukaan sel, menentukan sel itu adalah kanker, menghancurkan sel kanker bahkan robot itu bisa memberikan senyawa untuk membunuhnya.

Rupanya 'DNA berjalan' ini sudah dikembangkan sejak dulu, namun mereka tak pernah mencapai prestasi seperti saat ini. "Robot itu bisa berjalan hingga 100 nanometer atau sekitar 50 langkah," ungkap Profesor Yan asal Arizona State University.

"Ini pertama kalinya sistem mesin nano digunakan untuk melakukan operasi. Sebuah kemajuan penting dalam evolusi teknologi DNA," kata Lloyd Smith dari University of Wisconsin, Madison.

Hampir 6 miliar poundsterling diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan produk nano di seluruh dunia.

Sumber :
detikinet.com
 
Geniusful Copyright © 2012 Update Blogger theme - All Rights Reserved

Suport Seo By 100 free auto Backlink

Designs by Hendrytha | senantiasa belajar

Author Theme by blogpressweb.com